Sukses kerapkali diidentikkan
dengan kepemilikan harta benda dan kedudukan yang tinggi dalam pekerjaan. Namun
seringkali semua itu menjadi semu dan membuat yang bersangkutan stres dan tidak
kuat menahan beban berat kekayaan yang dimiliki. Memang diakui ukuran sukses
seseorang akan ditentukan oleh harta benda yang berlimpah. Tidak heran bilamana
banyak orang yang tergila-gila mengejar harta karena mengangap bahwa sukses
terletak pada kekayaan. Dalam kenyataan tidak ada jaminan sukses itu terletak
pada harta benda. banyak contoh, harta benda justru menjadi sumber malapetaka.
Sepenggak kisah yang pernah terjadi, ketika 3 orang sabahat meminta kepada Nabi
Isa untuk menjadi orang yang kaya raya berlimpah harta. Tiga sahabat itu
mendesak agar Nabi Isa memenuhi permintaan ketiga orang yang berasal dari
sebuah desa yang sangat jauh. sebenarnya Nabi Isa menolak permintaan mereka,
tetapi karena terus didesak, akhirnya beliau mengalah dan memenuhi keinginan
mereka. Segera saja ketiganya dibawa ke tempat yang bebatuan. Lalu beliau
berdoa agar batu-batu itu berubah menjadi emas. Hanya dalam hitungan detik,
tiba-tiba saja batu itu sudah berubah menjadi emas. Ketiga orang terbelalak
matanya, karena selama ini belum pernah melihat emas begitu banyak. Segera saja
mereka memburu emas itu. Nabi Isa pun meninggalkan mereka yang riang gembira.
Mereka lalu memasukkan emas ke dalam karung yang sudah disediakan. untuk dibawa
ke rumahnya masing-masing. Saat pulang ke rumah, di tengah jalan mereka tak
tahan menahan lapar karena sejak pagi belum diisi makanan, maka mereka pun
berhenti di sebuah gubug tua. lalu salah seorang diantara mereka bergegas
membeli makanan. Namun ketika sedang berjalan terlintas piiran serakah untuk
menguasai semua emas 3 karung, maka dibuatlah rencana untuk bisa menguasai
semua harta benda. Maka dimasukkan ke bungkusan makanan racun agar kedua
temannya tewas seketika. Maka dia pun tersenyum mengingat harta benda yang akan
menjadi miliknya. Dia pun bergegas pulang... Sementara 2 orang temannya sedang
menyiapkan rencana yang sama, yaitu membunuh temannya ketika sudah datang ke
gubug. Maka disiapkan batu sebesar bola untuk dipukulkan ke kepala temannya
yang sedang mereka tunggu. Maka ketika terlihat temannya sedang berjalan, keduanya
pun menyiapkan untuk membunuhnya. Ketika sudah dekat ke gubug, tanpa ammpun
lagi langsung dbunuh dengan dipukul kepalanya. Setelah temannya tewas, segera
saja diambil makanan yang sudah diberi racun....tidak lama kemudian kedua orang
itu pun muntah-muntah dan akhirnya tewas setelah racun masuk ke dalam lambung.
Itulah gambaran kehidupan manusia yang serakah terhadp harta benda. Maka harta
bila tidak dipergunakan pada jalan yang benar akan menjadi malapetaka dan
bencana. Maka sukses itu adalah qalbun syakirun....yaitu hati yang senantiasa
bersyukur.....dan itu bisa diraih oleh siapapun!Selasa, 11 Februari 2020
Sukses adalah Qalbun Syakirun
Sukses kerapkali diidentikkan
dengan kepemilikan harta benda dan kedudukan yang tinggi dalam pekerjaan. Namun
seringkali semua itu menjadi semu dan membuat yang bersangkutan stres dan tidak
kuat menahan beban berat kekayaan yang dimiliki. Memang diakui ukuran sukses
seseorang akan ditentukan oleh harta benda yang berlimpah. Tidak heran bilamana
banyak orang yang tergila-gila mengejar harta karena mengangap bahwa sukses
terletak pada kekayaan. Dalam kenyataan tidak ada jaminan sukses itu terletak
pada harta benda. banyak contoh, harta benda justru menjadi sumber malapetaka.
Sepenggak kisah yang pernah terjadi, ketika 3 orang sabahat meminta kepada Nabi
Isa untuk menjadi orang yang kaya raya berlimpah harta. Tiga sahabat itu
mendesak agar Nabi Isa memenuhi permintaan ketiga orang yang berasal dari
sebuah desa yang sangat jauh. sebenarnya Nabi Isa menolak permintaan mereka,
tetapi karena terus didesak, akhirnya beliau mengalah dan memenuhi keinginan
mereka. Segera saja ketiganya dibawa ke tempat yang bebatuan. Lalu beliau
berdoa agar batu-batu itu berubah menjadi emas. Hanya dalam hitungan detik,
tiba-tiba saja batu itu sudah berubah menjadi emas. Ketiga orang terbelalak
matanya, karena selama ini belum pernah melihat emas begitu banyak. Segera saja
mereka memburu emas itu. Nabi Isa pun meninggalkan mereka yang riang gembira.
Mereka lalu memasukkan emas ke dalam karung yang sudah disediakan. untuk dibawa
ke rumahnya masing-masing. Saat pulang ke rumah, di tengah jalan mereka tak
tahan menahan lapar karena sejak pagi belum diisi makanan, maka mereka pun
berhenti di sebuah gubug tua. lalu salah seorang diantara mereka bergegas
membeli makanan. Namun ketika sedang berjalan terlintas piiran serakah untuk
menguasai semua emas 3 karung, maka dibuatlah rencana untuk bisa menguasai
semua harta benda. Maka dimasukkan ke bungkusan makanan racun agar kedua
temannya tewas seketika. Maka dia pun tersenyum mengingat harta benda yang akan
menjadi miliknya. Dia pun bergegas pulang... Sementara 2 orang temannya sedang
menyiapkan rencana yang sama, yaitu membunuh temannya ketika sudah datang ke
gubug. Maka disiapkan batu sebesar bola untuk dipukulkan ke kepala temannya
yang sedang mereka tunggu. Maka ketika terlihat temannya sedang berjalan, keduanya
pun menyiapkan untuk membunuhnya. Ketika sudah dekat ke gubug, tanpa ammpun
lagi langsung dbunuh dengan dipukul kepalanya. Setelah temannya tewas, segera
saja diambil makanan yang sudah diberi racun....tidak lama kemudian kedua orang
itu pun muntah-muntah dan akhirnya tewas setelah racun masuk ke dalam lambung.
Itulah gambaran kehidupan manusia yang serakah terhadp harta benda. Maka harta
bila tidak dipergunakan pada jalan yang benar akan menjadi malapetaka dan
bencana. Maka sukses itu adalah qalbun syakirun....yaitu hati yang senantiasa
bersyukur.....dan itu bisa diraih oleh siapapun!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar