Selasa, 11 Februari 2020

Sukses adalah Qalbun Syakirun


Sukses kerapkali diidentikkan dengan kepemilikan harta benda dan kedudukan yang tinggi dalam pekerjaan. Namun seringkali semua itu menjadi semu dan membuat yang bersangkutan stres dan tidak kuat menahan beban berat kekayaan yang dimiliki. Memang diakui ukuran sukses seseorang akan ditentukan oleh harta benda yang berlimpah. Tidak heran bilamana banyak orang yang tergila-gila mengejar harta karena mengangap bahwa sukses terletak pada kekayaan. Dalam kenyataan tidak ada jaminan sukses itu terletak pada harta benda. banyak contoh, harta benda justru menjadi sumber malapetaka. Sepenggak kisah yang pernah terjadi, ketika 3 orang sabahat meminta kepada Nabi Isa untuk menjadi orang yang kaya raya berlimpah harta. Tiga sahabat itu mendesak agar Nabi Isa memenuhi permintaan ketiga orang yang berasal dari sebuah desa yang sangat jauh. sebenarnya Nabi Isa menolak permintaan mereka, tetapi karena terus didesak, akhirnya beliau mengalah dan memenuhi keinginan mereka. Segera saja ketiganya dibawa ke tempat yang bebatuan. Lalu beliau berdoa agar batu-batu itu berubah menjadi emas. Hanya dalam hitungan detik, tiba-tiba saja batu itu sudah berubah menjadi emas. Ketiga orang terbelalak matanya, karena selama ini belum pernah melihat emas begitu banyak. Segera saja mereka memburu emas itu. Nabi Isa pun meninggalkan mereka yang riang gembira. Mereka lalu memasukkan emas ke dalam karung yang sudah disediakan. untuk dibawa ke rumahnya masing-masing. Saat pulang ke rumah, di tengah jalan mereka tak tahan menahan lapar karena sejak pagi belum diisi makanan, maka mereka pun berhenti di sebuah gubug tua. lalu salah seorang diantara mereka bergegas membeli makanan. Namun ketika sedang berjalan terlintas piiran serakah untuk menguasai semua emas 3 karung, maka dibuatlah rencana untuk bisa menguasai semua harta benda. Maka dimasukkan ke bungkusan makanan racun agar kedua temannya tewas seketika. Maka dia pun tersenyum mengingat harta benda yang akan menjadi miliknya. Dia pun bergegas pulang... Sementara 2 orang temannya sedang menyiapkan rencana yang sama, yaitu membunuh temannya ketika sudah datang ke gubug. Maka disiapkan batu sebesar bola untuk dipukulkan ke kepala temannya yang sedang mereka tunggu. Maka ketika terlihat temannya sedang berjalan, keduanya pun menyiapkan untuk membunuhnya. Ketika sudah dekat ke gubug, tanpa ammpun lagi langsung dbunuh dengan dipukul kepalanya. Setelah temannya tewas, segera saja diambil makanan yang sudah diberi racun....tidak lama kemudian kedua orang itu pun muntah-muntah dan akhirnya tewas setelah racun masuk ke dalam lambung. Itulah gambaran kehidupan manusia yang serakah terhadp harta benda. Maka harta bila tidak dipergunakan pada jalan yang benar akan menjadi malapetaka dan bencana. Maka sukses itu adalah qalbun syakirun....yaitu hati yang senantiasa bersyukur.....dan itu bisa diraih oleh siapapun!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar