Allah Swt. telah menciptakan manusia dengan
diberi bekal yang lengkap dan cukup. Dan bekal yang paling utama yang harus
kita jaga dan pelihara adalah bekal berupa qalbu.
Berbicara tentang qalbu, orang sering
mengisyaratkannya dengan istilah “hati”. Dimanakah letak hati tersebut? Ada
orang yang menunjuk hati ke tengah antara dada dan perut. Saat seseorang sakit
hati maka ia mengekspresikannya dengan menunjuk bagian itu. Ada orang yang
diberitakan dioperasi hati maka telunjuknya menunjuk ke bawah dekat bagian
perut atau lambung. Tapi, ketika diminta menggambarkan bentuk hati maka yang
digambarkan adalah mirip dengan organ yang berada di bagian dada sebelah kiri.
Lantas, yang mana sebenarnya yang disebut dengan
qalbu? Memang Al Quran tidak berbicara fisik ketika mengulas tentang qalbu.
Tapi, Al Quran lebih banyak berbicara tentang qalbu dari sisi fungsinya.
Seperti dalam surat Al Baqarah Allah Swt.
berfirman, “Tsumma qasat quluubukum min ba’di dzalik”, yang artinya, “Kemudian
setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu..” (QS. Al Baqarah [2] : 74)
Atau seperti di dalam surat Al Anbiya kita bisa
temukan ayat yang berbunyi,”Laahiyatan quluubuhum”, yang artinya,
“(Lagi) hati mereka dalam keadaan lalai..” (QS. Al Anbiya [21] : 3)
Atau dalam surat Al Anfal kita temukan ayat yang
termasyhur, “Wajilat quluubuhum”, yang artinya, “gemetarlah hati
mereka..” (QS. Al Anfal [8] : 2)
Apa yang bisa kita petik dari contoh-contoh ayat
di atas? Ketika qalbu bisa mengeras seperti batu, qalbu bisa lalai, qalbu bisa
bergetar tatkala disebutkan asma Allah, apa pelajaran yang bisa kita dapatkan?
Ternyata qalbu bisa menjadi sumber kemaksiatan namun juga bisa menjadi sumber
ketaatan kepada Allah Swt.
Mana yang harus kita cari? Tentu kita harus
mencari qalbu yang berfungsi sebagai sumber ketaatan kepada Allah. Langkah apa
yang mesti kita tempuh agar qalbu yang kita miliki ini mengantarkan kita
menjadi hamba yang taat kepada Allah Swt.?
Taat kepada Allah merupakan jalan yang bersih.
Jalan yang suci dan menuju kesucian. Sedangkan qalbu yang kotor tidak mungkin
dapat bertemu dengan Dzat Yang Maha Suci. Maka, betapa penting bagi kita untuk
berjuang membersihkan qalbu.
Kita ketahui dari ayat-ayat tadi bahwa ternyata
qalbu adalah hal yang abstrak, maka kotor dan bersihnya sulit untuk diukur.
Orang yang senantiasa berjuang ingin membersihkan qalbunya, tentu dia akan
sadar betul bahwa tidak ada yang menguasai qalbu kita selain Allah Swt. Karena
itu Rasulullah Saw. pernah berdoa di hadapan para sahabat yang membuat para
sahabat kaget. Saat itu Rasulullah Saw. berdoa, “Yaa Muqallibal quluub
tsabbit qalbii ‘alaa diinik”, “Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan qalbu,
tetapkan qalbuku untuk berada di atas agama-Mu.”
Anas bin Malik ra., salah seorang sahabat Rasul
Saw. yang sangat dekat kepada beliau mendengar beliau berdoa dengan ungkapan
seperti itu kaget. Anas bertanya, “Ya Rasulullah, kenapa seperti itu engkau
berdoa? Kami sudah siap untuk berjuang bersamamu, kami sudah siap untuk
mengorbankan segala apa yang ada pada diri kami demi engkau, demi berjuang
membela agama yang engkau ajarkan kepada kami. Tapi, kenapa engkau berdoa
seperti itu?”
Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah ada satu
hatipun melainkan berada di antara dua jemari dari jari-jemari Ar Rahman. Bila
Dia kehendaki maka Dia akan meneguhkannya, dan bila Dia kehendaki maka Dia akan
menyesatkannya.” (HR. Imam Ahmad)
Saudaraku, ketika kita mendengar nasihat seorang
ulama maka terenyuhlah hati kita. Kita pun teringat pada dosa-dosa kita dan
seketika itu beristighfar memohon ampun kepada Allah. Akantetapi begitu keluar
dari majlis tersebut, mata kita melihat hal-hal yang bukan haknya untuk dilihat
maka seketika itu juga kita lupa kepada Allah Swt. karena tergiur dengan godaan
syaitan melalui jendela pandangan mata. Hal ini banyak terjadi pada orang-orang
baik di masa lalu maupun di masa sekarang.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk
senantiasa waspada jangan sampai kita terbawa arus oleh tipudaya syaitan yang
selalu berupaya membuat qalbu kita menjadi kotor dan hitam legam dengan
noda-noda dosa. Jika qalbu sudah kotor apalagi hitam legam dengan noda dosa
maka kita akan sangat mudah terseret pada jurang kehancuran.
Qalbu adalah tempatnya iman, tempatnya takwa.
Dalam surat Al Hujurat Allah Swt. berfirman, “Walamma yadkhulul iimaan fii
quluubikum”, “Karena belum masuk iman ke dalam qalbumu..” (QS. Al Hujurat
[49] : 14)
Semoga Allah Swt. senantiasa menguatkan qalbu
kita agar senantiasa berisi kecintaan kepada-Nya, kecintaan kepada Al Quran,
kecintaan pada ketaatan kepada Allah Swt. dan Rasulullah Saw. Wallaahua’lambishawab.[]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar